MNNEWS, SERANG – DPRD Provinsi Banten bakal memperjuangkan nasib 2.447 guru lulus passing grade (PG) agar diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Ketua Komisi V DPRD Provinsi Banten Yeremia Mendrofa mengatakan jumlah guru honorer lulus PG ada sebanyak 2.447 sementara kuota PPPK di 2022 yang tersedia hanya 500 formasi. Saat diwawancarai wartawan di ruangan gedung DPRD Banten, Jumat (21/10/2022)

“Masih menyisakan 1.947 orang lagi. Kemarin kami sudah meminta kepada BPKAD untuk menghitung ulang berapa kemampuan keuangan agar bisa menambah kuota PPPK,” ucap Yeremia Mendrofa kepada JPNN Banten baru-baru ini.

Yeremia menambahkan awalnya sebanyak 1.701 formasi yang direncanakan untuk diangkat menjadi PPPK di 2022. “Kemudian, dari jumlah awal kuotanya turun menjadi 500 formasi,” ujarnya. Dia mengatakan nanti di akhir 2022 guru yang akan mendapat SK PPPK sebanyak 500 orang.

“Setelah mendapat SK mulai Januari 2023 akan dilakukan pembayaran gaji. Itu sudah masuk di dalam anggaran,” jelasnya. Dia menegaskan 1.947 guru lulus PG yang tersisa harus dicarikan jalan keluar, kapan akan mendapat SK PPPK.

“Hal ini juga yang kemarin kami bicarakan. Kemudian apakah bisa semua guru lulus PG diakomodasi untuk diangkat menjadi PPPK?,” ucapnya.

“Jika bila semua diakomodasi setidaknya membutuhkan dana sekitar Rp 100 miliar,” sambungnya.

Yeremia berharap semua guru lulus PG dapat diakomodasi. Tetapi, bila kemampuan daerah tidak memadai paling tidak kuota 500 sebelumnya ditambah lagi. “Kami berharap semua diakomodasi atau setidak-tidaknya 1.201 guru lulus PG yang dapat diangkat menjadi PPPK terlebih dahulu,” kata dia. (ADV)

 

Artikulli paraprakHari Kesehatan Nasional ke-58, Dinkes Banten Gelar Kemah Bhakti Kesehatan
Artikulli tjetërDPRD Banten Serius Kawal Anggaran Untuk Penanggulangan Bencana

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini